Minggu, 04 Juni 2017

Pemberhentian Terakhir

Pemberhentian Terakhir

Setelah melakukan kegiatan Pembelajaran Luar Sekolah (PLS),kami tiba dipemberhentian terakhir sebelum berhenti untuk makan malam, yaikni pantai di Joja bernama Pantai Baron. Kami disuguhi pemandangan yang indah berupa hamparan air yang dikelilingi tebing disetiap sisinya. Dipesisirnya juga terdapat beberapa kapal para nelayan yang dipinggirkan setelah digunakan. Pantai Baron merupakan salah satu objek wisata berupa pantai yang terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul.

Hal pertama yang kami lakukan adalah mencari wali kelas kami untuk diajak foto bersama. Sesaat setelah mencari, akhirnya kami menemukan Pak Triyono ( Wali Kelas kami) dan langsung mengajak beliau untuk foto bersama. Mungkin karena kami yang terlalu bersemangat untuk mengajak beliau, Pak Tri pun antusias dalam menanggapi permintaan kami. Dari yang berupa foto resmi sampai ke foto dengan gaya alay, kami lakukan dengan semangat. Sampai-sampai ada beberapa teman kami yang lain tertawa melihat kelakuan kami.

Setelah lelah berfoto dengan wali kelas, kami hanya menunggu sunset. Karena tidak ingin terkena air laut dan juga terlalu malas untuk berganti pakaian, akhirnya kami pun hanya duduk-duduk di pasir pantai atau kapal nelayan. Sesekali mengabadikan momen ini dengan kamera atau menjadi tukang foto dadakan untuk teman yang lain. Beberapa dari kami ada yang bermain sepak bola di pinggir pantai, dan ada juga yang naik ke atas tebing timur untuk melihat pemandangan dari atas melalui mercusuar dan berfoto disana.

Ada yang unik dari Pantai Baron. Mungkin karena air laut yang surut, timbul gundukan pasir seperti membentuk pulau tersendiri. Dari hasil itu, seperti terbentuk sungai yang mengalir ke tebing timur. Itu indah sekaligus menakjubkan. Karena terlalu terpesona dengan keunikan tersebut, sampai lupa untuk mengabadikan momen itu dan menjadi penyesalan setelah mengingatnya kembali.

Setelah puas dengan pantai, kami disuruh untuk berkumpul untuk melanjutkan perjalanan kembali. Saat ingin berkumpul dengan yan lain, kami merasa lapar. Radar lapar kami pun mencari warung untuk sekedar membeli cemilan untuk mengganjal perut diperjalanan sebelum berhenti untuk makan malam. Sadar bahwa tidak ada warung atau toko yang buka dan juga karena kami sampai di pantai agak sore. Akhirnya kami hanya bisa menghela nafas dan berbicara pada perut ‘ sabar ya, tunggu sebentar lagi dan jangan berbunyi’.

Kami pun langsung bergegas berkumpul dan langsung melanjutkan perjalana untuk makan malam sambil memegang perut menahan lapar. 



1 komentar:

  1. Ya, gambar atau foto-foto Anda belum menceritakan atau mewakili eksotisme Pantai Baron.

    BalasHapus